Membangun Masa Depan Berkelanjutan untuk Industri Plastic Packaging

Pada tanggal 15 hingga 18 April 2025, IPF membawa delegasi dari Indonesia untuk melakukan kunjungan ke pameran Chinaplas 2025 yang diselenggarakan di Shenzhen World Trade Center, China. Pameran tersebut merupakan salah satu acara terbesar di dunia untuk industri plastik dan rubber yang selalu menghadirkan inovasi dan teknologi terbaru. Selain itu, Chinaplas juga menyediakan platform bagi para pelaku industri dan pemangku kepentingan untuk bertukar informasi dan menjalin kerjasama. Delegasi dari IPF sendiri terdiri dari perwakilan industri plastik, converter dan brand owner. Mereka semua berharap bisa menjawab tantangan dan peluang dalam industri plastik yang semakin berfokus pada keberlanjutan.

Kunjungan delegasi IPF ke Chinaplas 2025 memberikan wawasan berharga tentang arah masa depan industri plastik yang berkelanjutan. Dengan inovasi dan kolaborasi yang dijalin selama pameran dan Sustainable Palastic Packaging Forum, diharapkan industri plastik Indonesia dapat berkontribusi pada pengurangan dampak lingkungan dan memenuhi kebutuhan pasar regional mau pun global dengan produk yang lebih bersaing. IPF berkomitmen untuk terus mendukung para anggota dalam bertransformasi menuju industri hijau dan berkelanjutan, serta membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang

Kunjungan delegasi IPF ke Chinaplas dipimpin oleh Hari  Noegroho, (Promotion & Partnership Director-IPF) berkunjung ke seluruh hall. Kegiatan ini diikuti lebih dari 4.500 peserta pameran. Pameran ini menghadirkan inovasi dan teknologi baru baik itu raw material, sistem pemrosesan  maupun mesin terkait plastic packaging. Selama pameran, peserta disuguhi pula dengan beragam produk dan solusi untuk produksi yang berkelanjutan. Berbagai perusahaan memamerkan teknologi daur ulang yang terkini, material baru, serta mesin dan automasi dengan penggunaan energi yang lebih efisien.

Other News & Hot Issue

Inisiasi Packaging Center di Kamboja

Pendirian Cambodia Packaging Center (CPC) merupakan langkah strategis dalam mendukung pengembangan sektor kemasan di Kamboja. Melalui proyek CAPFISH Capture dan