
Secara umum, analis baik Indonesia mau pun global sepakat bahwa ekonomi di tahun 2025 tidak berkembang banyak dibanding tahun 2024. Pergantian presiden USA di akhir 2024, dikhawatirkan membawa dampak negative terhadap ekonomi Uni-Eropa dan China. Meskipun kebijakan baru USA tidak berdampak secara langsung terhadap kita, tapi industry packaging Indonesia tetap perlu berhati-hati terhadap potensi pelemahan market demand. Lantas bagaimana trend market industry packaging Indonesia di 2025 dan bagaimana kita harus menyesuaikan diri terhadap permintaan pasar?
Sebagaimana dikutip dari pidato sambutan Fajar Budiono selaku Ketua INAPLAS dalam Seminar Market dan Ekonomi Outlook 2025, operating rate industry plastic hilir saat ini terjaga di 80%. Berbeda dari negara lain yang ekonominya sangat bergantung pada demand export, ekonomi Indonesia ditopang utamanya oleh konsumsi domestik. Untuk itu penurunan massif dapat dihindari.
Hingga Maret 2025 ini, IPF sempat meminta tanggapan dari beberapa industri di consumable material supplier, plastic dan converter. Secara umum, jumlah permintaan produk menjelang Hari Raya Lebaran cenderung datar. Kemungkinan karena stock untuk periode libur yang beruntun sudah dilakukan sejak Q4 tahun lalu. Meski demikian permintaan untuk custom accessories packaging seperti belt dan sticker digital printing memang ada sedikit peningkatan.
Hal yang perlu kita cermati di awal tahun 2025 adalah trend project yang diterima converter. Dengan kondisi ekonomi yang menurun seperti saat ini, masyarakat cenderung mencari produk murah yang mana ini mendorong berjalannya produk dari UMKM. Sejak 2024 sebenarnya permintaan cetak dan kemasan dari UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) sudah mulai banyak sementara permintaan dari FMCG besar tergolong menurun. Secara karakter, UMKM berorientasi pada pengadaan packaging dengan jumlah cetak yang lebih kecil dibanding perusahaan FMCG besar. Selain itu pengusaha UMKM cenderung berorientasi “I buy today, pay today and use today”.
Secara ekonomi, permintaan dari UMKM ini membawa peluang positif terhadap perusahaan converter. Hal ini dikarenakan pembayaran mereka yang cash dan tidak ada kontrak supply yang mengikat dalam kurun waktu 6 hingga 12 bulan. Meski begitu management equipment schedule, material supply chain, dan operational prabik belum tentu sesuai dengan operasional converter packaging sekarang. Kendala ini menyebabkan UMKM lebih memilih packaging import yang dapat melayani MOQ rendah dengan cepat meski dengan biaya pengiriman dan per-unit packaging yang lebih tinggi.
Sebenarnya Minimum Order Quantity (MOQ) dan kecepatan delivery dapat diusahakan dengan penerapan digital technology. Meski begitu, teknologi digital printing atau pun transformasi digital lain dalam produksi packaging memerlukan investasi dan persiapan tenaga kerja. Jika melihat potensi jangka panjang, investasi ini berpotensi dapat memenuhi tuntutan short run, fast delivery, smart supply chain, dan cost efficiency yang terpaut tidak terlalu jauh dari existing gravure / flexo printing partai besar.
Kami menyadari kondisi bisnis di tahun 2025 tidak akan lebih mudah dibandingkan tahun 2024. Meski begitu, dalam setiap bagian siklus ekonomi pasti akan ada business yang terdampak namun juga akan ada peluang baru yang terbuka. Keberadaan asosiasi seperti INAPA dan IPF berdampingan dengan pengusaha dalam melihat potensi dalam tiap kondisi ekonomi. Kami mengusahakan agar setiap anggota memiliki peluang yang sama untuk bertahan dan berkembang, melalui investasi yang tepat sasaran.


